Menurunnya Kualitas Air Laut Akibat Aktivitas Manusia: Studi Kasus Teluk Jakarta
Fatiyah Mifta Artanti (E1I023020) Teluk Jakarta, yang membentang seluas sekitar 1.000 km² dengan kedalaman rata-rata 15-40 meter di wilayah utara ibu kota Indonesia, bukan hanya jantung aktivitas ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Tetapi juga rumah bagi jutaan jiwa yang bergantung pada perairan ini untuk hidup dan mata pencaharian. Sebagai pusat pelabuhan Tanjung Priok—dengan lalu lintas kontainer mencapai 7 juta TEUs setiap tahun—kawasan industri Cakung-Ancol, permukiman padat penduduk hingga 15 juta jiwa di sekitarnya. Serta infrastruktur raksasa seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Muara Karang berkapasitas 2x400 MW, teluk ini menjadi korban utama dari ledakan aktivitas antropogenik yang tak terkendali. Setiap hari, 13 sungai utama seperti Ciliwung, Cisadane, dan Bekasi mengalirkan jutaan ton limbah domestik, sampah plastik rumah tangga, dan sedimen industri langsung ke perairan, menciptakan "plastic soup" yang terlihat dari satelit dan berpotensi menguba...
Komentar
Posting Komentar