Oleh : Fatiyah Mifta Artanti (E1I023020)
BAB I
PENDAHULUAN
I.I Latar Belakang

Laut merupakan salah satu ekosistem yang sangat kompleks dan beragam, memainkan peran kunci dalam menjaga keseimbangan global. Plankton, nekton, dan bentos adalah komponen vital dalam kehidupan laut, masing-masing memberikan kontribusi unik terhadap dinamika ekosistem. Plankton, terdiri dari fitoplankton dan zooplankton, merupakan produsen utama di laut dan menjadi dasar rantai makanan. Nekton, yang mencakup ikan, mamalia laut, dan biota yang dapat berenang secara aktif, berperan sebagai konsumen tingkat tinggi yang menjaga kontrol populasi organisme di tingkat lebih rendah. Sedangkan bentos, yang hidup di dasar laut, mencakup organisme seperti moluska, krustasea, dan spons, berkontribusi pada sirkulasi nutrien dan penguraian materi organik. Memahami interaksi kompleks antara plankton, nekton, dan bentos bukan hanya mendalamkan pengetahuan kita tentang keragaman hayati laut, tetapi juga penting untuk melindungi dan memelihara keberlanjutan ekosistem laut yang esensial bagi kehidupan di Bumi. Plankton, nekton, dan bentos adalah tiga kategori utama dalam ekologi akuatik. Plankton adalah organisme mikroskopis yang melayang di air, nekton adalah organisme yang dapat berenang secara aktif, sedangkan bentos hidup di dasar perairan. Plankton, nekton, dan bentos adalah tiga kelompok organisme yang menghuni lingkungan perairan, tetapi mereka memiliki perbedaan dalam cara mereka bergerak dan di mana mereka tinggal. Plankton ialah organisme mikroskopis atau kecil yang mengapung atau melayang di dalam air. Mereka tidak mampu berenang secara aktif melawan arus air, sehingga mereka bergantung pada gerakan air untuk berpindah tempat. Plankton terdiri dari dua kelompok utama: fitoplankton, yang terdiri dari alga mikroskopis dan bakteri fotosintetik, dan zooplankton, yang terdiri dari hewan mikroskopis seperti larva krustasea dan larva ikan kecil. Nekton merupakan organisme yang dapat berenang secara aktif melawan arus air dan memiliki kemampuan untuk mengendalikan pergerakan mereka sendiri. Contoh nekton termasuk ikan, paus, penyu laut, dan beberapa spesies cetacea lainnya. Nekton umumnya lebih besar daripada plankton dan memiliki kebebasan untuk berpindah secara aktif melalui lautan. Dan Bentos ialah organisme yang hidup di atau di dekat dasar perairan, baik di perairan tawar maupun laut. Bentos dapat berupa organisme yang melekat pada substrat, seperti ganggang dan teritip, atau organisme yang bergerak di sekitar dasar, seperti kerang, krustasea, dan beberapa spesies ikan kecil. Setiap kelompok ini memiliki peran penting dalam ekosistem akuatik dan berkontribusi pada dinamika dan keseimbangan lingkungan air yang kompleks.
I.II Tujuan
1. Untuk mengetahui apa itu plankton, nekton
dan bentos.
2. Untuk mengetahui jenis jenis plankton,
nekton dan bentos.
3. Untuk mengetahui faktor faktor pembatas
(suhu, ph).
I.III. Manfaat
1. Agar kita bisa mengetahui apa itu plankton,
nekton dan bentos.
2. Agar kita bisa mengetahui jenis jenis
plankton, nekton dan bentos.
3. Agar kita bisa mengetahui faktor faktor
pembatas (suhu, pH) dari plankton, nekton
dan bentos.
BAB II
ISI
II.I Plankton
II.I.I Pengertian Plankton
Plankton adalah kelompok organisme mikroskopis yang mengapung atau melayang di perairan, baik di laut maupun di air tawar. Mereka terdiri dari berbagai jenis organisme, termasuk fitoplankton (yang terdiri dari ganggang mikroskopis dan alga), serta zooplankton (yang terdiri dari hewan-hewan mikroskopis seperti krustasea, larva ikan, dan organisme lainnya). Plankton memainkan peran penting dalam ekosistem laut dan air tawar, karena mereka merupakan sumber makanan bagi berbagai organisme, termasuk ikan dan mamalia laut. Selain itu, plankton juga berperan dalam siklus karbon dan oksigen di atmosfer, serta dalam proses fotosintesis di laut. Dengan demikian, meskipun mereka seringkali tidak terlihat dengan mata telanjang, plankton memiliki dampak yang signifikan dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan di seluruh dunia. Plankton didefinisikan sebagai organisme hanyut apapun yang hidup dalam zona pelagik (bagianatas) samudera, laut, dan badan air tawar. Secara luas plankton dianggap sebagai salah satuorganisme terpenting di dunia, karena menjadi bekal makanan untuk kehidupan akuatik.Bagi kebanyakan makhluk laut, plankton adalah makanan utama mereka. Plankton terdiri dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan laut. Ukurannya kecil saja. Walaupun termasuk sejenis benda hidup, plankton tidak mempunyai kekuatan untuk melawan arus, air pasang atau angin yangmenghanyutkannya.Plankton hidup di pesisir pantai di mana ia mendapat bekal garam mineral dan cahaya matahariyang mencukupi. Ini penting untuk memungkinkannya terus hidup. Mengingat plankton menjadimakanan ikan, tidak mengherankan bila ikan banyak terdapat di pesisir pantai. Itulah sebabnyakegiatan menangkap ikan aktif dijalankan di kawasan itu. Selain sisa-sisa hewan, plankton juga tercipta dari tumbuhan. Jika dilihat menggunakanmikroskop, unsur tumbuhan alga dapat dilihat pada plankton. Beberapa makhluk laut yangmemakan plankton adalah seperti batu karang, kerang dan ikan paus.
Secara luas plankton dianggap sebagai salah satu organisme terpenting di dunia, karena menjadi bekal makanan untuk kehidupan akuatik. Bagi kebanyakan makhluk laut, plankton adalah makanan utama mereka. Plankton terdiri dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan laut. Ukurannya kecil saja. Walaupun termasuk sejenis benda hidup, plankton tidak mempunyai kekuatan untuk melawan arus, air pasang atau angin yang menghanyutkannya. Plankton hidup di pesisir pantai di mana ia mendapat bekal garam mineral dan cahaya matahari yang mencukupi. Ini penting untuk memungkinkannya terus hidup. Mengingat plankton menjadi makanan ikan, tidak mengherankan bila ikan banyak terdapat di pesisir pantai. Itulah sebabnya kegiatan menangkap ikan aktif dijalankan di kawasan itu. Selain sisa-sisa hewan, plankton juga tercipta dari tumbuhan. Jika dilihat menggunakan mikroskop, unsur tumbuhan alga dapat dilihat pada plankton. Beberapa makhluk laut yang memakan plankton adalah seperti batu karang, kerang, dan ikan paus. Umumnya ukuran plankton sangat kecil dan dapat diukur dengan besaran mikrometer sampai dengan milimeter. Namun, ada juga yang berukuran besar (Herna, 2022).
II.I.II Jenis Jenis Plankton
Berikut adalah jenis jenis plankton:
1. Fitoplankton
Fitoplankton adalah jenis plankton yang sering disebut mikroalga mirip dengan tanaman terestrial karena memiliki klorofil dan membutuhkan sinar matahari untuk hidup dan berkembang. Fitoplakton dapat digunakan sebagai indikator kontaminasi dan kualitas air. Hal itu dapat terjadi karena fitoplankton akan terhambat populasi dan proses fotosintesisnya karena pencemaran air tempat tinggalnya. Fitoplankton bersifat seperti tumbuhan, seperti diatoaeme (Annita, 2020).
2. Zooplankton
Zooplankton adalah jenis plankton mikroskopis yang hidup pada tubuh air dan mengandalkan arus air sebagai transportasinya. Zooplankton adalah makanan penting untuk ikan dan dapat mengevaluasi pencemaran air tempat mereka tinggal. Zooplankton bersifat seperti hewan, seperti radiolaria dan foraminifera (Annita, 2020).
II.I.III Faktor Faktor Pembatas (Suhu, pH)
Faktor-faktor pembatas yang memengaruhi plankton, terutama berkaitan dengan suhu dan pH.
1. Suhu:
Suhu air adalah faktor penting yang memengaruhi distribusi dan kelimpahan plankton. Plankton cenderung memiliki preferensi suhu tertentu untuk berkembang biak secara optimal. Pada suhu yang terlalu rendah, aktivitas metabolisme plankton akan melambat, membatasi pertumbuhan dan reproduksi. Sebaliknya, suhu yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan stres termal dan bahkan kematian pada plankton tertentu. Oleh karena itu, perubahan suhu air dapat memengaruhi komunitas plankton secara signifikan.
2. pH:
Keseimbangan pH air juga memengaruhi plankton. Kenaikan atau penurunan pH dapat berdampak negatif pada plankton, terutama karena pengaruhnya terhadap kimia air dan ketersediaan nutrien. Perubahan pH yang signifikan dapat mengganggu proses biokimia dalam plankton, seperti fotosintesis pada fitoplankton, atau proses pencernaan dan penyerapan nutrien pada zooplankton. Plankton biasanya lebih toleran terhadap variasi pH yang kecil, tetapi perubahan drastis dapat mengganggu keseimbangan ekosistem plankton.
Perlu dicatat bahwa interaksi antara suhu, pH, dan faktor lingkungan lainnya kompleks, dan efeknya bisa bervariasi tergantung pada spesies plankton tertentu. Oleh karena itu, pemahaman terperinci tentang toleransi spesies terhadap perubahan lingkungan menjadi penting untuk memprediksi dampaknya pada komunitas plankton secara keseluruhan (Anggara, 2022).
II.II Nekton
II.II.I Pengertian Nekton

Nekton adalah suatu kelompok organisme yang tinggal di dalam kolom air, baik di perairan tawar maupun laut. Kata "nekton" diberikan oleh Ernst Haeckel tahun 1890 yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti 'berenang'. Ilmunya disebut Nektologi. Dan orang yang mendalami ilmunya disebut Nektologist. Laut menyimpan begitu banyak sumber daya yang bisa dimanfaatkan lebih lanjut hingga menjadi nilai tambah bagi kehidupan kita. Termasuk hewan-hewan perenang di laut yang sudah lama menjadi perhatian manusia karena nilai ekonominya. Selain itu juga hewan-hewan di laut umumnya kayak akan zat-zat yang baik untuk kesehatan, seperti protein, kalsium, dan berbagai macam mineral lainnya. Kelompok hewan perenang ini kurang beraneka-ragam dibandingkan dengan dua kelompok hewan lainnya, yakni plankton dan bentos. Nekton adalah hewan-hewan laut yang dapat bergerak sendiri ke sana kemari seperti ikan bertulang rawan, ikan bertulang sejati, penyu, ular laut, dan mamalia laut yang kesemuannya termasuk Vertebrata. Sotong dan cumi-cumi yang termasuk Mollusca juga termasuk nekton. Tidak ada tumbuh-tumbuhan yang mampu berenang, jadi tidak ada tumbuhan yang tergolong ke dalam kelompok nekton. Berbeda dengan plankton, nekton terdiri dari organisme yang mempunyai kemampuan untuk bergerak sehingga mereka tidak bergantung pada arus laut yang kuat atau gerakan air yang disebabkan oleh angin. Mereka dapat bergerak di dalam air menurut kemauannya sendiri. Salah satu karateristik nekton adalah kemampuannya bergerak dengan cepat atau capability of fast motion. Nekton mempunyai panjang dari beberapa centimeters sampai 30 meter. Jadi dapat disimpulkan bahwa Nekton adalah hewan-hewan laut yang tidak bergantung pada arus laut atau gerakan angin sehingga dapat bergerak sendiri ke sana ke mari secara bebas seperti ikan-ikan laut, reptil laut, mamalia laut, cumi-cumi dan lain-lain. Nekton umumnya memakan plankton. Nekton merupakan organisme laut yang sangat bermanfaat bagi manusia terutama untuk perbaikan gizi dan peningkatan ekonomi. Tumpukan bangkai nekton merupakan bahan dasar bagi terbentuknya mineral laut seperti gas dan minyak bumi setelah mengalami proses panjang dalam jangka waktu ribuan bahkan jutaan tahun (Jeremy, 2020).
II.II.II Jenis Jenis Nekton
Nekton ialah organisme yang hidup di dalam air, tetapi mampu berenang secara aktif dan tidak tergantung pada arus air untuk bergerak. Berikut adalah beberapa jenis nekton yang umum ditemui:
1. Ikan:
Sebagian besar nekton terdiri dari ikan, yang mencakup berbagai spesies dengan berbagai ukuran, bentuk, dan gaya hidup. Contoh ikan nekton termasuk salmon, hiu, paus, dan tuna.
2. Cephalopoda:
Termasuk dalam kelompok ini adalah gurita, cumi-cumi, dan sotong. Cephalopoda memiliki kemampuan berenang yang baik dan seringkali menggunakan jet air untuk meluncur melalui air.
3. Mamalia laut:
Beberapa mamalia laut seperti paus, lumba-lumba, dan anjing laut juga termasuk dalam kategori nekton. Mereka memiliki kemampuan berenang yang baik dan sering bermigrasi untuk mencari makanan.
4. Reptil laut:
Penyu laut adalah contoh reptil laut yang termasuk dalam nekton. Mereka dapat berenang di lautan dan sering melakukan perjalanan jauh.
5. Burung laut:
Meskipun umumnya diidentifikasi dengan lingkungan udara, beberapa burung laut juga masuk ke dalam kategori nekton karena kemampuan mereka untuk berenang dan mencari makanan di laut.
Jenis nekton ini memainkan peran penting dalam ekosistem laut dan memiliki beragam adaptasi untuk bertahan hidup di lingkungan air yang berbeda (Jhon, 2019).
II.II.III Faktor Pembatas (Suhu, pH)
Faktor-faktor pembatas seperti suhu dan pH dapat mempengaruhi keberadaan dan distribusi nekton di dalam ekosistem perairan. Berikut adalah penjelasan mengenai pengaruh suhu dan pH terhadap nekton:
1. Suhu:
A. Optimalitas Termal:
Setiap spesies nekton memiliki rentang suhu optimal di mana mereka dapat berfungsi dan berkembang biak dengan baik. Peningkatan atau penurunan suhu di luar rentang ini dapat mempengaruhi aktivitas metabolisme, pertumbuhan, dan reproduksi nekton.
B. Migrasi Musiman:
Beberapa spesies nekton, terutama ikan, dapat bermigrasi untuk mengikuti perubahan musiman suhu. Ini mungkin terkait dengan mencari suhu yang lebih sesuai atau memanfaatkan kondisi suhu tertentu untuk bertelur atau memijah.
2. pH (Keasaman):
A. Pertumbuhan dan Perkembangan:
Kondisi pH air dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan larva nekton, terutama ikan. Perubahan pH yang signifikan dapat menghambat reproduksi dan bertahan hidup mereka.
B. Pengaruh Ketersediaan Makanan:
pH air yang ekstrem dapat mempengaruhi ketersediaan plankton dan organisme kecil lainnya yang menjadi sumber makanan nekton. Fluktuasi pH yang tajam dapat mengubah struktur komunitas makanan di perairan.
Penting untuk diingat bahwa toleransi terhadap suhu dan pH bervariasi antara spesies nekton, dan beberapa spesies mungkin lebih dapat beradaptasi dengan perubahan daripada yang lain. Faktor-faktor lain seperti oksigen terlarut, salinitas, dan kejernihan air juga dapat memainkan peran dalam membatasi distribusi nekton di ekosistem perairan (Michael, 2021).
II.III Bentos
II.III.I Pengertian Bentos
Bentos merupakan hewan dan tumbuh-tumbuhan yang hidup di atas atau di bawah dasar laut atau pada wilayah yang disebut lubuk (benthic zone) maupun dasar daerah tepian. Bentos berbeda dengan plankton yang hidup mengambang bebas di air. Beberapa organisme bentik bahkan belum sepenuhnya dipahami sehingga penelitian terus berlangsung untuk mengungkap rahasianya. Semua organisme di dunia tergantung pada organisme bentik untuk bertahan hidup. Organisme ini mengkonsumsi bangkai hewan yang tenggelam ke dasar laut, mengeluarkannya sebagai kotoran, yang kemudian larut menjadi nutrisi yang akan dibawa kembali ke permukaan dan dipergunakan oleh organisme lain. Dengan cara ini, karbon tidak hanya tinggal di dasar laut, melainkan dikembalikan ke dalam siklus kehidupan. Tanpa benthos, selama jutaan tahun semua karbon akan tetap tinggal di dasar laut dan tidak bisa dimanfaatkan oleh organisme hidup lain (Pandu, 2021).
II.III.II Jenis Jenis Bentos
Berikut adalah beberapa jenis bentos yang umum ditemui di dasar perairan:
1. Invertebrata:
Bentos sering kali terdiri dari berbagai invertebrata, termasuk kerang, keong, cumi-cumi, kerang, dan krustasea seperti udang. Organisme ini memainkan peran penting dalam rantai makanan laut dan dalam proses dekomposisi bahan organik di dasar perairan.
2. Ikan Demersal:
Ikan demersal adalah ikan yang hidup di atau dekat dasar perairan. Mereka sering berburu makanan di antara substrat dasar laut dan menyediakan makanan bagi predator lain di ekosistem laut.
3. Alga Bentik:
Alga bentik adalah jenis alga yang melekat pada substrat dasar perairan, baik itu batu, pasir, atau benda-benda lainnya di dasar laut. Mereka mencakup berbagai jenis alga, termasuk alga hijau, coklat, dan merah, dan berperan penting dalam produksi oksigen dan sebagai sumber makanan bagi organisme lain.
4. Plankton Benthik:
Plankton benthik adalah organisme mikroskopis yang hidup di dekat dasar perairan tetapi tidak bergerak aktif. Mereka mencakup bakteri, protista, dan organisme mikroskopis lainnya yang penting dalam siklus nutrien di ekosistem laut.
5. Polychaeta dan Organisme Lain:
Polychaeta adalah cacing laut yang hidup di dasar perairan dan memainkan peran penting dalam dekomposisi bahan organik. Selain itu, ada juga organisme lain seperti spons, terumbu karang, dan bryozoa yang menjadi bagian dari bentos.
Setiap jenis bentos memiliki peran khusus dalam ekosistem laut dan saling berhubungan dalam siklus kehidupan laut yang kompleks (Youdy, 2024).
II.III.III Faktor Faktor Pembatas (Suhu, pH)
Faktor-faktor pembatas, seperti suhu dan pH, dapat memengaruhi kehidupan bentos di dasar perairan. Berikut adalah penjelasan singkat tentang bagaimana suhu dan pH dapat menjadi faktor pembatas bagi bentos:
1. Suhu:
Suhu perairan memainkan peran penting dalam menentukan distribusi dan aktivitas bentos. Organisme bentos memiliki rentang suhu yang dapat diterima untuk kehidupan optimal. Perubahan suhu yang ekstrem atau di luar rentang toleransi dapat mempengaruhi metabolisme, pertumbuhan, dan reproduksi bentos. Misalnya, beberapa spesies bentos mungkin lebih suka suhu yang lebih dingin atau lebih hangat tergantung pada adaptasi mereka terhadap kondisi lingkungan tertentu.
2. pH:
pH adalah ukuran tingkat keasaman atau kebasaan dalam air. Perubahan pH dapat memengaruhi ketersediaan nutrien dan ion dalam air, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi kehidupan bentos. Sebagian besar organisme bentos memiliki rentang pH yang dapat diterima, dan perubahan ekstrem dalam tingkat keasaman atau kebasaan air dapat berdampak negatif pada kehidupan bentos. Organisme bentos dapat mengalami stres atau kematian jika kondisi pH tidak sesuai dengan kebutuhan biologis mereka.
Penting untuk dicatat bahwa setiap spesies bentos dapat memiliki toleransi yang berbeda terhadap suhu dan pH. Oleh karena itu, perubahan lingkungan seperti perubahan iklim atau pencemaran dapat memiliki dampak signifikan pada komunitas bentos dan struktur ekosistem dasar laut. Monitoring dan pemahaman terhadap faktor-faktor ini penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan keseimbangan ekologi di dasar perairan (Ajeng, 2019).
BAB III
PENUTUP
III.I Kesimpulan
Pelestarian plankton, nekton, dan bentos memiliki dampak yang sangat penting bagi keseimbangan ekosistem perairan dan kelangsungan hidup berbagai spesies di dalamnya. Dikarenakan Plankton merupakan organisme mikroskopis yang hidup di perairan, termasuk fitoplankton (tumbuhan mikroskopis) dan zooplankton (hewan mikroskopis). Mereka adalah dasar rantai makanan di perairan, menyediakan makanan bagi banyak organisme laut yang lebih besar, termasuk ikan, mamalia laut, dan burung laut. Pelestarian plankton penting untuk menjaga produktivitas laut dan menjaga keseimbangan ekosistem laut. Sedangkan Nekton adalah organisme yang dapat bergerak secara aktif di perairan, seperti ikan, paus, lumba-lumba, hiu, dan penyu laut. Mereka biasanya berperan sebagai pemangsa atau mangsa di dalam rantai makanan laut. Pelestarian nekton membutuhkan perlindungan terhadap habitat asli mereka, pengaturan penangkapan ikan yang berkelanjutan, dan pengurangan pencemaran laut untuk memastikan kelangsungan hidup spesies-spesies ini. Dan Bentos merupakan organisme yang hidup di dasar perairan, seperti kerang, cumi-cumi, ubur-ubur, dan spons. Mereka berperan penting dalam mengurai bahan organik, menjaga kualitas air, dan menyediakan habitat bagi berbagai spesies lainnya. Pelestarian bentos melibatkan pengelolaan yang bijaksana terhadap eksploitasi sumber daya benthik, pemantauan kualitas air, serta pencegahan kerusakan terhadap habitat dasar laut seperti pengeboman dan penggalian. Dengan menjaga keseimbangan ekosistem plankton, nekton, dan bentos, kita dapat mendukung keberlanjutan lingkungan laut dan manfaat ekonomi serta sosial yang berhubungan dengan sumber daya perairan bagi masyarakat lokal dan global.
III.II Saran
Untuk menjaga kelestarian plankton, nekton, dan bentos, perlu dilakukan serangkaian langkah yang komprehensif seperti:
1. Pengurangan Polusi :
Mengurangi pencemaran air dengan mengurangi limbah industri, pertanian, dan rumah tangga yang mencemari perairan. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan teknologi yang lebih bersih, pengelolaan limbah yang lebih efisien, dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kualitas air.
2. Pengembangan Kawasan Lindung:
Membuat dan memelihara kawasan lindung laut yang melindungi habitat plankton, nekton, dan bentos dari gangguan manusia. Kawasan lindung ini bisa mencakup terumbu karang, hutan mangrove, dan wilayah-wilayah penting lainnya yang menjadi tempat hidup dan berkembang biak bagi berbagai organisme laut.
3. Praktik Perikanan Berkelanjutan: Mengadopsi praktik perikanan yang berkelanjutan dengan mengatur ukuran penangkapan, membatasi alat tangkap yang merusak, dan menghindari penangkapan spesies yang terlalu muda atau terlalu sedikit. Langkah-langkah ini penting untuk menjaga keseimbangan populasi nekton serta meminimalkan dampaknya terhadap plankton dan bentos.
4. Penghapusan Sampah Plastik: Meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai, mendaur ulang, dan membersihkan sampah plastik yang sudah ada di perairan. Plastik dapat merusak organisme laut, termasuk plankton dan nekton, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui pencemaran mikroplastik.
5. Pendidikan Lingkungan:
Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya plankton, nekton, dan bentos dalam ekosistem laut serta dampak negatif dari aktivitas manusia terhadap mereka. Melalui program pendidikan dan kampanye penyuluhan, masyarakat dapat diajak untuk mengambil tindakan konkret dalam melestarikan ekosistem laut.
6. Penelitian dan Pemantauan:
Melakukan penelitian dan pemantauan terus-menerus terhadap kondisi plankton, nekton, dan bentos untuk memahami perubahan yang terjadi serta menentukan langkah-langkah konservasi yang efektif.
Dengan menjalankan langkah-langkah ini secara serius dan berkelanjutan, diharapkan dapat menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan melestarikan plankton, nekton, dan bentos untuk masa depan yang lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Febrianty, Herna. 2022. Sosialisasi pentingnya
plankton di danau toba. Jurnal
Abdimas Bina Bangsa. 3(1): 42-46.
Hindel, Jeremy. 2020. Tinjauan pada nekton
dan dan proses ekologi di laskap .
lamun. Jurnal ilmu muara pesisir dan
paparan. 3(1): 92-98.
Hatyo, Pandu. 2021. Pengaruh penggunaa
modul hasil penelitian bentos pada
pokok bahasan pencemaran lingkungan.
Jurnal sebelas maret university. 1(9): 32
-45.
Joseph, Youdy. 2024. Studi jenis jenis fauna
mega bentos yang menidami daerah
terumbu karang alung banua sulawesi
utara. Jurnal perhotelan dan
pariwisata. 7(1): 56-62.
Kurniawan, Anggara. 2022. Keanekaragaman
plankton di kawasan cagar alam
trogo jawa tengah. Journal of
mathematic and natural sciences.
40(2): 74-79.
Sari, Annita. 2020. Jenis jenis plankton di
perairan teluk Yos sudarso. The journal of
fisheries development. 2(2): 11-16.
Sudriandi, Jhon. 2019. Pengaruh pembangunan
pesisir terhadap komunitas nekton
dekat pantai. Jurnal seri kemajuan
ekologi laut. 2(4): 57-60.
Tri, Ajeng. 2019. Kajian komunitan bentos
berdasarkan indeks keanekaragaman dan
kesamaaan. Jurnal ekosains. 2(2): 50-65.
Weinsten, Michael. 2021. Rawa garam sebagai
tempat pembibitan nekton. Jurnal
seri ekologi kemajuanlaut. 1(4): 39-59.
Komentar
Posting Komentar