Status Pencemaran Akibat Sampah Laut Pada Ekosistem Pantai di Purworejo
Nama : Fatiyah Mifta Artanti
NPM : E1023020
Kelas : B
REVIEW JURNAL
Identitas Jurnal | Nama Jurnal: Jurnal Kelautan Tropis Volume/Nomor: Vol. 28 No. 1 Tahun: 2025 Halaman: 43–52 Judul Artikel: Status Pencemaran Lingkungan Akibat
Sampah Laut pada Ekosistem Pantai di Purworejo Penulis: Bachtiar W. Mutaqin dkk.
|
Latar Belakang | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan sampah laut sebagai isu global yang berdampak pada ekosistem pesisir dan sosial ekonomi masyarakat. Wilayah kepesisiran Purworejo berkembang sebagai kawasan wisata berbasis Sun, Sea, and Sand Industry, namun belum memiliki kajian ilmiah terkait status pencemaran akibat sampah laut. Secara kebijakan, penelitian ini relevan dengan Peraturan Presiden No. 83 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut yang menargetkan pengurangan 70% sampah laut pada tahun 2025. Latar belakang sudah kuat secara kontekstual, tetapi jurnal lebih menekankan urgensi lokal daripada mengaitkan secara kuantitatif dengan skala nasional atau global. Akan lebih kuat jika terdapat perbandingan data timbulan sampah Purworejo dengan wilayah pesisir lain di Indonesia. |
Pengertian Pencemaran Laut | Dalam jurnal ini, pencemaran laut dipahami sebagai masuknya material padat hasil aktivitas manusia ke wilayah laut dan pesisir yang menyebabkan:
Secara teoritis, definisi ini sejalan dengan konsep pencemaran lingkungan dalam kajian ekologi pesisir, yaitu perubahan kualitas lingkungan akibat aktivitas antropogenik yang melebihi daya dukung lingkungan. |
Jenis Pencemaran | Dominasi sampah plastik menunjukkan bahwa pencemaran bersumber dari aktivitas konsumtif dan domestik. Namun, jurnal belum menganalisis komposisi persentase secara detail (misalnya kontribusi plastik terhadap total debris dalam persen), padahal ini penting untuk perumusan kebijakan prioritas. Ditemukan 9 jenis sampah laut:
Diklasifikasikan menjadi:
|
Sumber Pencemaran | Sumber utama yang diidentifikasi:
|
Bahaya dan Dampak Pencemaran | Dampak Ekologis:
Dampak Sosial Ekonomi:
Nilai CCI tertinggi mencapai 144 (sangat kotor) di zona backshore Pantai Jatikontal. Nilai HII mencapai Kelas IV, menunjukkan banyaknya sampah berbahaya. Nilai CCI 144 menunjukkan kondisi ekstrem. Namun penelitian tidak menjelaskan apakah pengambilan data dilakukan pada musim tertentu (musim angin barat/gelombang tinggi), yang bisa mempengaruhi akumulasi sampah. Artinya, hasil ini masih bersifat snapshot (potret sesaat), belum longitudinal. |
Pengelolaan dan Cara Mmengatasi | Penelitian menggunakan:
Kemudian dibuat matriks pengelolaan menjadi:
Mayoritas area memerlukan restorasi. Analisis Kritis terhadap Metode:Kelebihan:
Keterbatasan:
|
Kelebihan dan Kekurangan Jurnal | Kelebihan
Kekurangan
|
Kesimpulan | Secara keseluruhan, jurnal ini menunjukkan bahwa kondisi ekosistem pantai di Kepesisiran Purwodadi, Purworejo berada pada tingkat pencemaran yang serius, terutama di zona backshore Pantai Jatikontal dengan nilai CCI 144 (sangat kotor) dan HII Kelas IV. Hasil ini menandakan tingginya akumulasi sampah serta keberadaan sampah berbahaya yang berpotensi mengancam biota laut dan aktivitas wisata. Penelitian ini memiliki keunggulan pada penggunaan metode kuantitatif (CCI dan HII) yang objektif dan aplikatif untuk mendukung pengelolaan pesisir. Namun, penelitian masih terbatas pada sampah makro dan belum mencakup analisis mikroplastik maupun variasi musiman. Secara akademik, jurnal ini layak dijadikan referensi ilmiah karena relevan dengan kebijakan pengelolaan sampah laut dan memberikan dasar yang kuat untuk tindakan restorasi wilayah pesisir. |